Profile Yasa Singgih

Profile Yasa Singgih , Pengusaha Muda Sukses Yang Memulai Bisnis Dari Nol

Profile Yasa Singgih – Apakah kalian salah satu penggemar sepatu brand lokal Men’s Republic ?  Jika iya , apakah kalian tahu jika pemilik bisnis tersebut masih memiliki usia yang sangat muda ? Ia adalah Yasa Pratama Singgih , pria kelahiran Bekasi , 23 April 1995. Kesuksesan yang ia raih di usianya yang masih 26 tahun saat ini membuat Yasa Singgih dikenal sebagai salah satu pengusaha muda dibawah 20 tahun.

Profile Yasa Singgih

Yasa Singgih merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayanya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Yasa Singgih lahir dalam keluarga yang sangat sederhana. Karena hal ini ia sangat menghargai yang namanya kerja keras seseorang.

Yasa memulai jenjang pendidikan di judi slot SD Ananda dan SD Surya Dharma. Setelahnya ia melanjutkan sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Semasa sekolah Yasa tidak jauh berbeda dengan anak anak lainnya , ia masih suka bermain dan meminta uang jajan kepada kedua orang tuanya.

Memasuki kelas 3 SMP , ayahnya Marga Singgih mengalami penyakit jantung yang membuat ekonomi keluarganya memburuk. Merasa tak ingin membebani kedua orang tuanya , Yasa pun akhirnya mulai mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Kala itu ia menjadi seorang Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dari pekerjaannya ini ia mendapatkan bayaran sekitar Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.

Walaupun Yasa sendiri tidak memiliki bakat bercuap- cuap menjadi pembawa acara , namun mau tak mau ia harus melakukan pekerjaannya tersebut demi mencukupi kebutuhannya. Tak cuma acara biasa tapi juga acara dewasa dibawakannya. Bahkan ia pernah membawakan acara rokok yang diperuntukan kalangan 18 tahun keatas. Padahal kala itu ia masih berumur 15 tahun.

Itu juga mendorongnya memilih memulai bisnis sendiri. “Karena terpaksa, ya, jadi bisa dan malah terbiasa,” pungkasnya.

Setelah lulus SMA , Yasa akhirnya memulai usaha bisnisnya sendiri yang ia bangun dari nol. Kala itu ia terinspirasi dari buku yang berjudul “the Power of Kepepet” karya Jaya Setiabudi untuk memulai bisnisnya. Yasa pun akhirnya mulai menjual lampu hias warna- warni selama enam bulan. Tak lama setelahnya , Yasa menghubungi kerabatnya yang memiliki usahan konveksi (milik ayahnya).

“Halo Von, mau bikin baju sama bokap loe… Belom ada Von, besok gw DP dulu 500 ribu, kalo dalem 3 minggu belom ada design, Dp nya buat loe.” begitu kiranya reka adegan diperagakannya.

Singkat cerita , Yasa akhirnya bertemu dengan 3 orang yang ahli aplikasi design. Yasa tidak memiliki skill desain sedikitpun akhirnya belajar selama 7 hari bersama mereka. Hasilnya, ia masih tidak bisa sama sekali hingga hari terakhir desainnya harus dikirim. Ia benar benar terdesak dan memutuskan menggunakan Microsoft Word untuk mendesain. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendesain gambar Ir Soekarno.

“Orang Indonesia ada ratusan juta, masa 24 orang aja gak ada yang beli,” ucapnya tertawa.

Setelah dua minggu kaosnya jadi , Yasa mulai menjual kaosnya tersebut dan hanya laku 2 saja. Dari dua yang terjual , satu terjual kepada ibunya sendiri karena kasihan. Lucunya , dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi. Yasa akhirnya memutuskan untuk lari ke Tanah Abang dan membeli selusin pakaian kaos hingga menghabiskan 4 juta. Ia harus bersusah payah membawa kaos kaos tersebut melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu.

Sesampainya di rumah , Yasa harus memutar otak lagi untuk menjualnya atau merugi besar- besaran. Ia mulai menjual produknya tanpa ada marketing khusus atau brand tersenidiri. Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya dan mulai mencari cara menjual produknya sendiri. Dua kali bisnis kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang.

Setelah bisnis kaos , Yasa juga membuka bisnis minuman yang diberi nama “Ini Teh Kopi”, sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya ini bisa dibilang cukup sukses dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya yaitu membuka toko online “Men’s Republic”.

“Men’s Republic” adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain. Ia juga berencana membangun “Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda. Dia berbisnis dengan kepercayaan bahwa usia muda haruslah dimanfaatkan baik- baik.